Label

Rabu, 30 Maret 2011

PENGHITUNGAN PPh BAGI WP OP YANG MENGGUNAKAN NORMA

Penghitungan PPh bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu : (1) menggunakan norma penghitungan, (2) melalui pembukuan. Wajib Pajak OP yang diperkenankan menggunakan norma penghasilan neto adalah WP yang memiliki omset atau peredaran usaha dalam 1 (satu) tahun tidak melebihi Rp 4.800.000.000.
Yang dimaksud dengan menjalankan kegiatan usaha disini adalah Wajib Pajak yang bergerak dalam bidang usaha di berbagai bidang antara lain pertanian, industri, perdagangan, atau lainnya. Sedangkan pekerjaan bebas umumnya terkait dengan keahlian atau profesi yang dijalankan sendiri oleh tenaga ahli yang bersangkutan anatara lain : pengacara, akuntan, konsultan, notaris, atau dokter. Maksudnya, mereka  yang membuka praktek sendiri dengan nama sendiri. Jika mereka hanya bekerja atau berstatus karyawan, misalnya seorang akuntan bekerja di Kantor Akuntan Publik, maka mereka tidak termasuk WPOP yang menjalankan pekerjaan bebas. Bagi WPOP yang tidak memilih untuk menyeleggarakan pembukuan, tetapi melakukan pencatatan penghasilan neto atau pekerjaan bebasnya dihitung dengan menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Neto. Untuk kepentingan itu, WPOP yang bersangkutan wajib memberitahukan mengenai penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Neto kepada Direktur Jenderall Pajak paling lama tiga bulan sejak awal tahun pajak yang bersangkutan.
Pemberitahuan yang disampaikan dalam jangka waktu tersebut dianggap disetujui, kecuali berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata WPOP tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Netto. Jika WPOP tidak melakukan pemberitahuan, maka dia dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan. Dalam hal WPOP memilih menyelenggarakan pembukuan, maka penghasilan netonya tidak lagi dihitung menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto, melainkan berdasarkan  pembukuan. Ketentuan ini juga berlaku terhadap WPOP yang tidak memberitahukan penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Netto kepada Direktur Jenderal Pajak sehingga dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan.
Bagi sebagian orang pribadi yang memiliki usaha kewajiban membuat pembukuan merupakan suatu hal yang sulit dilakukan selain karena kurangnya pengetahuan Wajib Pajak mengenai akuntansi juga kurang efisien jika harus mempekerjakan karyawan hanya untuk membuat pembukuan. Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak orang pribadi boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto sehingga tidak perlu membuat pembukuan tetapi cukup hanya membuat pencatatan.
Aturan pelaksanaan mengenai Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-536/PJ./2000 tanggal 29 desember 2000.
Penghasilan netto bagi tiap jenis usaha dihitung dengan cara mengalikan angka presentase Norma Penghitungan Penghasilan Netto dengna peredaran bruto atau penghasilan bruto dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dalam satu tahun. Dalam menghitung besarnya PPh yang terutang oleh WPOP, sebelum dilakukan penerapan tarif umum terlebih dahulu dihitung Penghasilan Kena Pajak dengan mengurangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari penghasilan netto.
Bagi WPOP yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau pekerjaan bebas, penghitungan dilakukan terhadap masing-masing jenis usaha dengan memperhatikan pengelompokkan wilayah. Penghasilan netto mereka ini merupakan penjumlahan penghasilan netto dari masing-masing jenis usaha atau pekerjaan bebas.
 Bentuk Dan Tata Cara Pencatatan
Bentuk dan tata cara pencatatan, seperti ditetapkan dalam Pasal 28 ayat (12) UU KUP diatur dengan Keputusan Dirjen pajak, yang sekarang berlaku adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER-4/PJ/2009. Pada prinsipnya pencatatan harus mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya, sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang terutang.
Pencatatan harus dibuat secara lengkap dan benar, serta didukung dengan dokumen yang dijadikan dasar penghitungan peredaran atau penerimaan bruto dan atau penghasilan bruto, serta penghasilan yang bukan objek pajak dan atau penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final. Pencatatan dalam suatu tahun pajak meliputi jangka waktu 12 (dua belas) bulan, mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
Pencatatan harus dapat menggambarkan sejumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto, serta penghasilan yang bukan objek pajak dan atau penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final, sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang terutang. Bagi WPOP yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha dan atau tempat usaha, pencatatan harus dapat menggambarkan secara jelas jumlah peredaran atau penerimaan bruto dari masing-masing jenis usaha dan atau tempat usaha yang bersangkutan.
WPOP yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang boleh menghitung penghasilan netto dengan menggunakan Norma Penghitungan penghasilan Netto harus mencatat peredaran atau penerimaan bruto, penghasilan yang bukan objek pajak, dan penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final.
Sedangkan WPOP yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas harus mencatat penghasilan bruto dan penghasilan yang bukan objek pajak dan atau penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final.
Pencatatan yang dilakukan akan menjadi dasar penyusunan SPT Tahunan PPh, hal mana WPOP harus mencantumkan jumlah peredaran usaha atau penerimaan bruto setiap bulan selama setahun. Dalam hal WPOP menerima penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, yang sudah dipotong PPh-nya oleh pemberi kerja, menyimpan formulir 1721-A1 sudah dianggap melakukan pencatatan, kemudian untuk SPT tahunan PPh-nya wajib dilampirkan fotokopi formulir 1721-A1 tersebut.
Sanksi bagi WPOP yang tidak membuat pencatatan atau tidak sepenuhnya membuat pencatatan, atau tidak menyimpan bukti pencatatan, atau tidak menyimpan bukti pencatatan dipersamakan dengan sanksi bagi pengusaha yang wajib menyelenggarakan pembukuan-termasuk WPOP yang dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan karena tidak melakukan pemberitahuan kepada Dirjen Pajak-tetapi tidak menyelenggarakan pembukuan dengan baik.
Penghasilan netto bagi WP yang melanggar ketentuan pencatatan atau pembukuan dihitung dengan menggunakan Norma Penghitungan penghasilan Netto ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen)dari PPh yang tidak atau kurang dibayar dalam tahun pajak yang bersangkutan.
Seperti disinggung sebelumnya bagi WPOP yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh tidak diwajibkan menyelenggarakan pembukuan maupun melakukan pencatatan. Merujuk pada keputusan Menteri Keuangan No. 535/KMK.04/2000, WPOP yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh adalah mereka yang penghasilan nettonya tidak melebihi PTKP. Jadi yang tidak wajib pembukuan maupun pencatatan adalah WPOP yang tidak wajib NPWP.
Orang Pribadi yang boleh menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto
  1. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan peredaran bruto sebesar Rp. 1.800.000.000,00 (satu miliar delapan ratus juta rupiah) atau lebih dalam 1 (satu) tahun wajib menyelenggarakan pembukuan.
  2. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan peredaran bruto di bawah Rp. 1.800.000.000,00 (satu miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) tahun wajib menyelenggarakan pencatatan, kecuali Wajib Pajak yang bersangkutan memilih menyelenggarakan Pembukuan.
  3. Wajib Pajak orang pribadi sebagaimana dimaksud pada butir (2) yang tidak memilih untuk menyelenggarakan pembukuan, menghitung penghasilan neto usaha atau pekerjaan bebasnya dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
Sesuai dengan UU PPh yang baru yaitu UU Nomor 36 tahun 2008 maka  sejak 1 Januari 2009 batasan Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas yang boleh menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan berubah dengan peredaran bruto di bawah Rp. 1.800.000.000,00 menjadi Rp 4.800.000.000.
 Kewajiban Bagi Penggunan Norma Penghitungan Penghasilan Neto
  1. Wajib Pajak yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto wajib memberitahukan mengenai penggunaan Norma Penghitungan kepada Direktur Jenderal Pajak paling lama 3 (tiga) bulan sejak awal tahun pajak yang bersangkutan.
  2. Pemberitahuan penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Neto yang disampaikan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dianggap disetujui kecuali berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Wajib Pajak tidak memenuhi persyaratan untuk menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
  3. Wajib Pajak yang tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan diatas dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan.
Wajib Pajak yang menyelenggarakan Pembukuan
  1. Wajib Pajak yang wajib menyelenggarakan pembukuan  yang ternyata tidak atau tidak sepenuhnya menyeIenggarakan pembukuan, penghasilan netonya dihitung dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
  2. Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar dalam tahun pajak yang bersangkutan.
Besarnya Norma penghitungan Penghasilan Neto
  1. Norma penghitungan Penghasilan Neto dikelompokkan menurut wilayah sebagai berikut :
    1. 10 (sepuluh) ibukota propinsi yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak;
    2. ibukota propinsi lainnya;
    3. daerah lainnya.
  2. Daftar Persentase Penghasilan Neto adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-536/PJ./2000 tangal 29 Desember 2000.
    Wajib Pajak yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau pekerjaan bebas
    1. Penghitungan penghasilan neto Wajib Pajak yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau pekerjaan bebas, dilakukan terhadap masing-masing jenis usaha dengan memperhatikan pengelompokan wilayah.
    2. Penghasilan neto Wajib Pajak yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha adalah penjumlahan penghasilan neto dari masing-masing jenis usaha atau pekerjaan bebas.
Menghitung Penghasilan Neto
  1. Penghasilan neto bagi tiap jenis usaha dihitung dengan cara mengalikan angka persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto dengan peredaran bruto atau penghasilan bruto dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dalam 1 (satu) tahun.
  2. Dalam menghitung besarnya Pajak Penghasilan yang terutang oleh Wajib Pajak orang pribadi, sebelum dilakukan penerapan tarif umum terlebih dahulu dihitung Penghasilan Kena Pajak dengan mengurangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari penghasilan neto.
Sesuai dengan UU PPh yang baru tarif  PPh dan Penghasilan Tidak Kena Pajak telah berubah. TARIF dan PTKP sesuai UU PPh terbaru adalah sebagai berikut

 

 
  1. Tarif WP Orang Pribadi
Besarnya tarif PPh Orang Pribadi sesuai UU PPh terbaru yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2009 adalah sebagai berikut :
No.  
Lapisan Penghasilan  
Tarif 
1.  
S.d. Rp 50.000.000,-  
5%
2.  
Di atas Rp50.000.000,- s.d. Rp 250.000.000  
15%  
3.  
Di atas Rp250.000.000,- s.d.Rp 500.000.000,- 
25%  
4.  
Di atas Rp500.000.000,-  
30%  
  1. Tarif PPh WP Badan
Besarnya tarif PPh Badan sesuai UU PPh terbaru yang berlaku 1 Januari 2009 adalah sebagai berikut
·        Tarif tunggal 30%
·        Diturunkan menjadi 28% pada tahun 2009, dan menjadi 25% pada tahun 2010.
·        Untuk WP Badan Masuk Bursa diberikan tarif 5% lebih rendah dari tarif yang berlaku.

 
Penghasilan Tidak Kena Pajak
Besarnya PTKP UU PPh terbaru yang berlaku 1 Januari 2009 adalah sebagai berikut :
Sebelumnya (2008)
Mulai 2009
WP  
13.200.000,-  
15.840.000,-  
WP Kawin  
1.200.000,-  
1.320.000,-  
Isteri Bekerja  
13.200.000,-  
15.840.000,-  
Tanggunan
1.200.000,-  
1.320.000,-  

 
CONTOH PEMAKAIAN NORMA (DISESUAIKAN DENGAN UU PPh TERBARU)
Contoh 1:

Wajib Pajak A kawin dan mempunyai 3 (tiga) orang anak. Ia seorang dokter bertempat tinggal di Jakarta yang juga memiliki industri rotan di Cirebon. 
- 
Peredaran Usaha dari Industri Rotan (setahun) di Cirebon 
Rp. 400.000.000,00
- 
Penerimaan bruto sebagai dokter (setahun) di Jakarta 
Rp. 72.000.000,00
Penghasilan neto dihitung sebagai berikut : 
- 
Dari industri rotan : 12,5% X Rp. 40.000.000,00 
Rp. 50.000.000,00
- 
Sebagai dokter : 45% X Rp. 72.000.000,00  
Rp. 32.400.000,00
jumlah penghasilan Neto 
Rp. 82.400.000,00
Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Neto dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak
Rp. 82.400.000,00 - Rp. 21.120.000,00 = Rp. 61.280.000,00

 
Pajak penghasilan yang terutang : 
- 5% X Rp. 50.000.000,00 Rp. 1.250.000,00 
- 15% X Rp. 11.280.000,00 Rp. 1.692.000,00
Jumlah  Rp. 4.192.000,00
Catatan :
a. Angka 12,5% untuk industri rotan, lihat kode 33100 
b. Angka 45% sebagai dokter, lihat kode 93213
c. Istri tidak punya penghasilan. 

  
  
Contoh 2:
Seorang Wajib Pajak baru memiliki usaha sebagai pedagang eceran bahan makanan di Jakarta. Penjualan dalam satu bulan diperkirakan sebesar Rp. 50.000.000,00 Ia kawin dan mempunyai 2 (dua) orang anak.
Besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25 yang harus dibayar sebagai angsuran dalam tahun berjalan dihitung sebagai berikut : 
Jumlah peredaran setahun  
= 12 X Rp. 50.000.000,00Rp. 
600.000.000,00
Persentase penghasilan menurut norma Kode 62320 = 25%
Penghasilan neto setahun = 25% X Rp. 600.000.000,00Rp. 
150.000.000,00
Penghasilan Kena Pajak = penghasilan neto dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak 
= Rp. 150.000.000,00 - Rp. 19.800.000,00Rp. 
130.200.000,00
Pajak Penghasilan yang terutang 
= (5% X Rp 50.000.000,00 = Rp 2.500.000,00) +

(15% x Rp 80.200.000,00 = Rp 12.030.000,00)
pajak Penghasilan Pasal 25 yang harus dibayar Rp. 
14.530.000,00
= 1/12 X Rp. 14.530.000,00     Rp. 
1.210.833,00

 
Lampiran I
Keputusan Dirjen Pajak
Nomor
: 
KEP-536/PJ./2000
Tanggal
: 
29 Desember 2000
NORMA PENGHITUNGAN

WP. PERSEORANGAN

 
DAFTAR PERSENTASE NORMA PENGHITUNGAN
UNTUK PEREDARAN USAHA, PENERIMAAN BRUTO
PEKERJAAN BEBAS KURANG DARI Rp. 600.000.000,00

 

 

 

 
NO.
URUT 
KODE 
JENIS USAHA 
WAJIB PAJAK PERSEORANGAN 
10 IBU KOTA PROP 
KOTA PROP LAINNYA
DAERAH LAINNYA 
10000 
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN, PERBURUAN DAN PERIKANAN 
1. 
11000 
Pertanian tanaman pangan 
15 
15 
15 
2. 
12111 
Kelapa dan kelapa sawit 
11.5 
11
10
3. 
12113 
Kopi 
11.5
11
10
4. 
12131 
Tembakau 
11.5
11
10
5. 
12132 
Teh 
11.5
11
10
6. 
12141 
Pertanian tanaman karet 
11.5
11
10
7. 
12161 
Tebu 
11.5
11
10
8. 
12200 
Pertanian tanaman lainnya 
- 
Meliputi usaha pertanian atau perkebunan dalam penyiapan/ pelaksanaan penanaman,pembibitan, persemaian, pemeliharaan dan pemanenan hasil tanaman
11.5
11
10
9. 
13000 
Peternakan. 
- 
Meliputi usaha peternakan untuk mengambil daging, kulit, tulang, bulu, telur, susu, madu dan kepompong/ sarangnya baik yang dilakukan oleh usaha perorangan ataupun suatu badan usaha. 
11 
10 
9 
10. 
14000 
Jasa pertanian dan Peternakan.
- 
Meliputi usaha jasa dibidang pertanian dan , baik yang dilakukan oleh perorangan, usaha atas dasar balas jasa atau kontrak. 
25 
25 
24 
11. 
15000 
Kehutanan dan penebangan hutan. 
- 
Meliputi usaha penanaman, pemeliharaan maupun pemindahan jenis tanaman/kayu, penebangan/pemotongan kayu pengumpulan hasil hutan lainnya, dan semua usaha yang melayani kebutuhan kehutanan yang dilakukan atas dasar balas jasa atau kontrak.
16 
16 
16 
12. 
16000 
Perburuan/ penangkapan dan pembiakan binatang liar.
- 
Meliputi usaha perburuan/ penangkapan binatang liar dengan jerat atau perangkap dan pembiakan marga satwa liar kecuali untuk sekedar hoby atau olahraga. 
18 
17 
16 
13. 
17000 
Perikan laut. 
- 
Meliputi usaha penangkapan, pengambilan hasil laut. Pemeliharaan dan pelayanan perikanan laut yang dilakukan atas dasar balas jasa atau kontrak, seperti sortasi, gradasi, persiapan lelang ikan dan lain-lain.
25 
23 
22 
14. 
18300 
Perikanan darat 
- 
Meliputi usaha budidaya ikan, pemeliharaan, pembibitan, penangkapan dan pengambilan hasil serta pelayanan perikanan darat yang dilakukan atas dasar balas jasa/kontrak.
25 
23 
22 
20000 
PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 
15. 
21100 
Pertambangan batu bara. 
- 
Meliputi usaha penambangan antrasit, batu bara merah lignite, dan penghancuran, penggilingan dan penyaringan batu bara termasuk pengubahan batu bara menjadi briket atau dalam bentuk lain di tempat penambangan
- 
- 
- 
16. 
22000 
Pertambangan minyak dan gas bumi 
- 
Meliputi pengusaha sumur minyak dan gas bumi, eksplorasi minyak bumi, pengeboran, penyelesaian dan perlengkapan sumur minyak dan gas yang tidak berdasarkan balas jasa/ kontrak, termasuk pengusahaan alat pemisah pemecah emulsi, penyulingan, penambangan minyak dan gas bumi untuk dipasarkan/sampai di tempat pemuaian yang dilaksanakan di daerah produksi.
- 
- 
- 
17. 
23000 
Pertambangan bijih logam. 
- 
Meliputi usaha pertambangan yang menyelenggarakan ekstraksi bijih besi, pasir besi, timah, nikel, mangan. Emas, perak dan logam lainnya dan usaha pemanfaatan dari bijih bijih tersebut dengan segala cara.
- 
- 
- 
18. 
23210 
Timah 
- 
- 
- 
19. 
23220 
Bauksit dan Alumunium 
- 
- 
- 
20. 
23230 
Tembaga 
- 
- 
- 
21. 
23240 
Nikel 
- 
- 
- 
22. 
25000 
Penambangan dan penggalian garam 
- 
Meliputi usaha penggalian, penguapan garam di tambak/ empang termasuk usaha pengumpulan, pembersihan, penggilingan dan pengolahan dengan cara lain terhadap mineral tersebut. 
11 
11 
11 
23. 
26000 
Pertambangan mineral bahan kimia dan bahan pupuk. 
- 
Meliputi usaha pertambangan mineral bahan kimia dan pupuk termasuk usaha penghancuran, pembersihan dan pengolahan dengan cara lain terhadap mineral bahan kimia. 
- 
- 
- 
24. 
29000 
Pertambangan dan penggalian lain 
16 
15 
14 
30000 
INDUSTRI PENGOLAHAN
25. 
31110 
Pemotongan hewan dan pengawetan daging 
- 
Seperti pemotongan hewan, pemotongan kulit, penjemuran tulang,pensortiran bulu, pembuatan sosis, kaldu dan pasta daging. 
15 
14.5 
14 
26. 
31120 
Industri Susu dan Makanan dari Susu. 
- 
Seperti pembuatan susu kental/bubuk/asam, pembuatan , mentega, keju dan es krim dari susu 
12.5 
10 
8.5 
27. 
31130 
Industri pengolahan, pengawetan buah-buahan dan sayur-sayuran. 
- 
Seperti pengalengan, pengasinan, pemanisan, pelumatan, pengeringan buah-buahan dan sayur-sayuran.
15 
14.5 
14 
28. 
31140 
Industri Pengolahan dan Pengawetan ikan dan sejenisnya. 
- 
Seperti pengalengan, penggaraman, pengasaman, pembekuan ikan dan sejenisnya. 
15 
14.5 
14 
29. 
31150 
Industri Minyak Makan dan Lemak dari Nabati dan Hewani.
- 
Seperti minyak makan dari nabati dan hewani, margarine minyak goreng dari kelapa/kelapa sawit 
12.5 
10 
8.5 
30. 
31160 
Industri pengupasan, pembersihan dan penggilingan Padi-padian. Biji-bijian, Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, termasuk pembuatan kopra.
- 
Seperti Industri penggilingan padi, penyosohan beras, pemberisihan padi-padian, pengupasan dan pembersihan kopi. Kacang-kacangan, biji-bijian lain, umbi-umbian dan pembuatan kopra, tepung terigu, berbagai tepung dari padi-padian, biji-bjian, kacang-kacangan dan umbi-umbian.
12.5 
10 
8.5 
31. 
31170 
Industri Makanan dari Tepung, kecuali Kue Basah. 
- 
Seperti Makaroni, mie, spaghetti, bihun, so'un, roti dan kue kering lainnya. 
15 
12.5 
10 
32. 
31180 
Industri Gula dan Pengolahan Gula.
- 
Seperti pembuatan gula pasir, gula tebu, gula merah, sirop dan pengolahan gula lainnya selain sirop. 
15 
12.5 
10 
33. 
31190 
Industri Coklat dan Kembang Gula. 
- 
Seperti pembuatan bubuk coklat dan makanan dari coklat dan kembang gula.
15 
12.5 
10 
34. 
31210 
Industri makanan lainnya. 
17 
16.5 
15 
35. 
31230 
Industri Es 
- 
Seperti es batu, es balok, es curah, es lilin, es mambo. 
17 
16.5 
15 
36. 
31240 
Industri makanan dari kedele dan kacang-kacangan lainnya 
- 
Seperti kecap, tauco, tempe, oncom, tahu dan pengolahan kedele/kacang-kacangan lainnya.
15 
12.5 
10 
37. 
31250 
Industri kerupuk dan sejenisnya. 
- 
Seperti kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk kulit, kerupuk terung, emping, ceriping, karak, gendar, opak dan macam-macam keripik kecuali kerupik tempe/tahu/oncom/paru dan peyek.
15 
12.5 
10 
38. 
31260 
Industri bumbu masak dan penyedap masakan. 
- 
Seperti pembuatan bumbu masak dan penyedap masakan 
17 
16 
15 
39. 
31270 
Industri makanan lainnya yang belum terliput
- 
Seperti industri terasi, petis, kue basah, tape, dodol, keripik, tempe/tahu/oncom/paru dan peyek. 
15 
12.5 
10 
40. 
31280 
Industri makanan ternak, unggas, ikan dan hewan lainnya. 
- 
Seperti industri ransum dan konstrate makanan ternak, unggas, ikan dan hewan lainnya.
17 
16 
15 
41. 
31310 
Industri minuman keras 
- 
Yaitu minuman yang mengandung alkohol lebih dari 20%. 
24.5 
24 
24 
42. 
31320 
Industri Anggur 
- 
Yaitu minuman yang mengandung alkohol 5-20 %. 
24.5 
24 
24 
43. 
31330 
Industri Malt dan minuman yang mengandung Malt.
24.5 
24 
24 
44. 
31340 
Industri minuman ringan. 
15 
14.5 
14 
45. 
31410 
Industri pengeringan dan pengolahan tembakau. 
- 
Seperti pengeringan, pengasapan dan perajangan daun tembakau. 
19 
18 
17 
46. 
31420 
Industri rokok kretek
- 
Yaitu pembuatan rokok yang mengandung cengkeh. 
5 
4.5 
4 
47. 
31430 
Industri rokok putih 
- 
Yaitu rokok yang tidak mengandung cengkeh. 
7 
6.5 
5 
48. 
31440 
Industri rokok lainnya 
- 
Seperti cerutu, rokok kelembak menyan. 
5 
4.5 
4 
49. 
31490 
Industri hasil lainnya dari tembakau, bumbu rokok dan klobot/kawung. 
- 
Seperti tembakau bersaus, pembuatan bumbu rokok, pembungkus rokok (klobot kawung) dari pembuatan kelengkapan rokok termasuk pembuatan filter. 
6 
5.5 
5 
32000 
INDUSTRI TEKSTIL, PAKAIAN JADI DAN KULIT 
50. 
32100 
Industri tekstil 
13.5 
13 
12.5 
51. 
32200 
Industri pakaian jadi, kecuali untuk keperluan kaki. 
13.5 
13 
12.5 
52. 
32300 
Industri kulit dan barang dari kulit, kecuali untuk keperluan kaki. 
17.5 
16.5
16 
53. 
32400 
Industri barang keperluan kaki. 
17 
16 
15 
33000 
INDUSTRI KAYU DAN BARANG DARI KAYU, TERMASUK PERABOT RUMAH TANGGA. 
54. 
33100 
Indusri kayu dan barang dari kayu, bambu, rotan dan kayu. 
15 
13.5 
12.5 
55. 
33200 
Industri perabot serta kelengkapan rumah tangga dan alat dapur dari kayu, bumbu dan rotan.
15 
13.5 
12.5 
34000 
INDUSTRI KERTAS DAN BARANG DARI KERTAS, PERCETAKAN DAN PENERBITAN. 
56. 
34100 
Industri kertas, barang dari kertas dan sejenisnya 
14.5 
13 
12 
57. 
34200 
Industri percetakan dan penerbitan
- 
Seperti uaha percetakan secara stensil, offset lithografi untuk segala jenis cetakan termasuk penjilidan buku dan penerbitan hasil/ barang cetakan. 
14.5 
13 
12 
35000 
INDUSTRI KIMIA DAN BARANG-BARANG DARI BAHAN KIMIA, MINYAK BUMI, BATUBARA, KARET, DAN PLASTIK.
58. 
35100 
Industri bahan kimia. 
13 
12.5 
11 
59. 
35200 
Industri kimia lain. 
13 
12.5 
11 
60. 
35220 
Industri Farmasi dan Jamu. 
- 
Seperti pembuatan/fabrikasi dan pengolahan bahan obat, bahan pembantu dan bahan pengemas obat, pembuatan dan pengolahan obat-obatan yang berbentuk jadi, pengolahan bahan jamu (simplisia) dan macam-macam jamu (misalnya berbentuk pil, kapsul, bubuk dan bentuk cairan).
20 
19 
18 
61. 
35230 
Industri sabun, bahan pembersih keperluan rumah tangga, kosmetika dan sejenisnya.
- 
Yaitu pembuatan sabun dalam berbagai bentuk termasuk industri detergent, bahan pembersih rumah tangga lainnya dan tapal gigi dan pembuatan berbagai macam kosmetika kecuali minyak wangi sintetis dan minyak atsiri.
17 
16 
15 
62. 
35300 
Industri pembersih pengilangan minyak bumi. 
- 
Yaitu pengilangan yang menghasilkan bahan bakar penggerakn motor dan minyak bakar seperti bensin, solar, avtur, bensol, minyak tanah, pelumas, gemuk, LPG dan spritus putih.
- 
- 
- 
63. 
35400 
Industri barang-barang dari hasil kilang minyak bumi. 
- 
- 
- 
64. 
35500 
Industri karet dan barang dari karet. 
17.5 
16.5 
16 
65. 
35600 
Industri barang dari plastik. 
- 
Seperti industri pipa dan slang dari plastik, industri barang plastik untuk keperluan kaki, industri barang plastik lembaran, industri media rekam dari plastik dan indutri barang-barang plastik lainnya.
17.5 
16.5 
16 
36000 
INDUSTRI BARANG GALIAN BUKAN LOGAM KECUALI MINYAK BUMI DAN BATUBARA. 
66. 
36110 
Industri porselin.
10 
9 
8.5 
67. 
36300 
Industri semen, kapur dan barang dari semen dan kapur 
16.5 
16 
15.5 
68. 
36400 
Industri pengolahan tanah liat 
16.5 
16 
15.5 
69. 
36900 
Industri barang galian lain bukan logam 
17 
16 
15 
37000 
INDUSTRI LOGAM DASAR 
70. 
37100 
Industri logam dasar besi dan baja 
- 
Seperti pembuatan besi dan baja dalam bentuk dasar (iron dan slell making), pengenceran besi baja, penggilingan baja (steel rolling) dan penempaan besi baja. 
10 
9 
8.5 
71. 
37200 
Industri logam dasar bukan besi.
- 
Seperti usaha pemurniaan, peleburan, penuangan, pengecoran, penempaan dan ekstruksi logam bukan besi (misalnya dalam bentuk ingot/ruangan/plate, kuningan, alumina, perak, perunggu, seng, tembaga, dan timah). 
10 
9 
8.5 
38000 
INDUSTRI BARANG DARI LOGAM, MESIN DAN PERALATANYA. 
72. 
38100 
Industri barang dari logam, kecuali mesin dan peralatanya. 
20 
19 
18 
73. 
38200 
Industri mesin dan perlengkapannya. 
20 
19 
18 
74. 
38300 
Industri mesin, perlatan dan perlengkapan listrik serta bahan keperluan listrik.
20 
19 
18 
75. 
38400 
Industri alat angkutan. 
20 
19 
18 
76. 
38500 
Industri peralatan profesional, ilmu pengetahuan, pengukur dan pengatur. 
13.5 
12 
11 
39000 
INDUSTRI PENGOLAHAN LAINNYA. 
77. 
39010 
Industri barang perhiasan.
- 
Seperti pemotongan, pengasahan, penghalusan batu berharga dan permata, pembuatan perhiasan lainnya dari logam mulia dan bukan logam mulia. 
12.5 
11.5 
10 
78. 
39020 
Industri alat-alat musik. 
- 
Seperti pembuatan alat musik tradisional (kecapi, seruling, angklung, calung, kulintang, gong, rebana, gendang dan sebagainya), alat-alat musik lainnya (gitar, biola musik tiup/trompet, harmonika, piano dan sebagainya).
15 
12.5 
12.5 
79. 
39030 
Industri perlengkapan dan alat-alat keperluan olah raga. 
- 
Seperti pembuatan alat-alat olah raga, kecuali yang bahan utamanya dari karet (alat tinju, golf, bola bowling, tennis, bulutangkis, dan atletik lainnya). 
15 
12.5 
12.5 
80. 
39040 
Industri mainan anak-anak 
- 
Seperti pembuatan mainan anak-anak kecuali mainan anak-anak yang bahan utamanya dari karet dan plastik.
15 
12.5 
12.5 
81. 
39050 
Industri alat-alat tulis dan gambar. 
- 
Seperti pembuatan alat tulis menulis dan gambar menggambar 
15 
12.5 
12.5 
82. 
39090 
Industri pengolahan lain yang belum terliput.
- 
Seperti pembuatan papan nama, papan reklame, lapu display, payung, pipa rokok, lencana, stempel, kap lampu dan lain sebagainya yang belum tercakup dalam golongan industri manapun. 
15 
12.5 
12.5 
40000 
LISTRIK GAS DAN AIR 
83. 
41000 
Listrik 
- 
Termasuk pembangkit tenaga listrik yang dilakukan oleh satu unit perusahaan lain, jika kegiatannya dilaporkan secara terpisah. 
- 
- 
- 
84. 
42000 
Gas uap dan air panas 
- 
- 
- 
85. 
43000 
Penjernihan, penyediaan dan penyaluran air minum.
- 
- 
- 
50000 
BANGUNAN 
86. 
52000 
Bangunan sipil 
20 
19 
18 
87. 
53000 
Bangunan listrik, air dan komunikasi 
25 
22.5 
20 
61000 
PERDAGANGAN BESAR 
88. 
61100 
Eksportir 
- 
- 
- 
89. 
61200 
Importir 
- 
- 
- 
90. 
61310 
Perdagangan besar hasil-hasil pertanian.
- 
Meliputi usaha perdagangan dalam partai besar hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang belum diolah (bukan hasil pengolahan), termasuk rumah pelelangan hasil perikanan. 
25 
20 
20 
91. 
61312 
Perdagangan besar hasil-hasil pertanian lainnya.
- 
Yaitu perdagangan besar hasil -hasil pertanian lainnya yang belum terliput. 
25 
20 
20 
92. 
61314 
Perdagangan besar hasil pertanian (pangan non pangan), peternakan dan perikanan. 
- 
Yaitu perdagangan hasil-hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang belum mudah diolah termasuk ternak bibit, susu segar dan pelelangan hasil-hasil perikanan.
20 
15 
15 
93. 
61316 
Perdagangan besar hasil kehutanan dan penebangan hutan. 
- 
Seperti perdagangan dalam partai besar kayu gelondongan, getah damar, rotan dan sejenisnya.
25 
20 
20 
94. 
61320 
Perdagangan besar barang-barang hasil pertambangan dan penggalian. 
25 
20 
20 
95. 
61330 
Perdagangan besar barang-barang hasil industri pengolahan. 
- 
Meliputi perdagangan dalam partai besar segala macam barang hasil industri pengolahan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta
25 
20 
20 
96. 
61331 
Perdagangan besar hasil industri (bahan) makanan, minuman dan hasil pengolahan tembakau. 
- 
Seperti daging ataupun yang diawetkan, susu dan makanan dari susu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan hasil perikanan yang diawetkan, macam-macam makanan dan bahan makanan hasil pengolahan, macam-macam minuman keras/ringan dan hasil pengolahan tembakau (rokok tembakau shaag dan bumbu rokok).
25 
20 
20 
97. 
61332 
Perdagangan besar tekstil, pakaian jadi hasil pemintalan, pertenunan dan hasil pengolahan kulit termasuk bahan keperluan kaki. 
- 
Seperti komoditi, tekstil, pakaian jadi, kain batik, macam-macam benang, tali benang, tali temali, karpet/permadani hasil perajutan, kulit dan kulit imitasi, barang untuk keperluan kaki dan tas.
25 
20 
20 
98. 
61333 
Perdagangan besar kertas, barang-barang dari kertas, alat tulis (kantor) dan barang cetakan. 
- 
Seperti komoditi macam-macam kertas untuk keperluan alat tulis, kertas pembungkus, kertas karton, barang-barang dari kertas (dus, kotak dan barang sejenisnya), macam-macam alat tulis, barang-barang cetakan (blanko, faktur, nota, kwitansi, kalender, agenda, majalah, buku tulis/bacaan) dan barang cetakan lainnya.
25 
20 
20 
99. 
61334 
Perdagangan besar hasil-hasil industri kimia, farmasi dan kosmetik. 
- 
Seperti barang-barang hasil industri kimia, berupa gas asam, soda caustic, zat pewarna, glyeerin, alkohol dan sejenisnya, macam-macam pupuk, bahan kimia untuk pemberantas hama (pestisida, insektisida dan lain-lain) macam-macam hasil industri farmasi dan jamu. Macam-macam sabun dan bahan pembersih lainnya. Macam-macam kosmetik, parfum dan bahan perawatan lainnya untuk rambut dan kulit.
25 
20 
20 
100. 
61335 
Perdagangan besar bahan bakar minyak/gas dan minyak pelumas. 
- 
Seperti premium, solar, minyak tanah, bahan bakar, minyak lainnya termasuk juga bahan bakar gas (elpiji) dan minyak pelumas. 
5 
5 
3 
101. 
61336 
Perdagangan besar bahan bangunan, kecuali bahan bangunan dari usaha penggalian.
- 
Seperti berbagai macam/komoditi bahan untuk keperluan bangunan berupa semen, genteng, seng,cat, macam-macam besi, macam-macam kayu/kayu lapis, fibreboard, hard board, kaca dan barang-barang lainnya untuk keperluan perlengakapan bangunan , kecuali yang berasal dari usaha-usaha penggalian (batu koral, pasir, tanah liat).
25 
20 
20 
102. 
61337 
Perdagangan besar mesin-mesin, alat angkutan dan onderdil/ perlengkapannya. 
- 
Meliputi macam-macam mesin dan perlengkapan baik untuk keperluan industri, pertanian, kantor dan transport seperti mesin pembangkit tenaga, turbin, traktor, bulldozer, dan msin berata lainnya yang sejenis, mesin hitung,mesin tik, duplikator, foto copy, mesin pengolah data, mesin cuci, mesin jahit, pompa air, dan mesin alat-alat rumah tangga lainnya, berbagai macam mesin alat transportasi darat, laut dan udara, termasuk macam-macam onderdil dan perlengkapannya.
25 
20 
20 
103. 
61338 
Perdagangan besar barang-barang elektronik, perlengkapan listrik, alat komunikasi, fotografi dan optik.
- 
Meliputi macam-macam barang elektronik seperti radio, kaset, taperecorder, televisi, video, amplipier dan perlengkapan sound sytem lainnya, alat perlengkapan listrik seperti dinamo, transformer, kabel listrik, sekring, lampu pijar, TL dan perlengkapan listrik lainnya, alat keperluan rumah tangga lainnya seperti sterika, listrik, kipas angin, alat pengaduk dan alat pembuat kue alat masak lainnya, alat-alat komunikasi dan optik, pesawat telepon, pemancar radio, telex, intercom, macam-macam lensa, kamea, microscope, proyektor dan sejenisnya.
25 
20 
20 
104. 
61339 
Perdagangan besar barang-barang lainnya hasi industri. 
- 
Yaitu barang-barang hasil industri yang belum termasuk dalam golongan tersebut di atas, seperti macam-macam perabot/perlengkapan rumah tangga dari kayu, bambu, rotan, plastik, logam maupun karet, barang-barang perhiasan yang dibuat dari batu permata, logam mulia, jam/arloji, alat-alat olahraga, musik dan mainan anak-anak serta alat/perlengkapan laboratorium
25 
20 
20 
105. 
61500 
Perdagangan besar lainnya yang belum terlipat. 
25 
20 
20 
62000 
PERDAGANGAN ECERAN 
106. 
62200 
Perdagangan eceran barang-barang kelontong, supermarket dan warung langsam. 
- 
Yaitu perdagangan eceran macam-macam hasil industri untuk keperluan rumah tangga, kantor, sekolah, maupun keperluan perorangan seperti toko kelontong, toko serba ada, supermarket dan warung langsam 
30 
25 
20 
107. 
62310 
Perdagangan eceran hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan perburuan.
- 
Meliputi usaha perdagangan, eceran hasil pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan perburuan. 
20 
15 
15 
108. 
62320 
Perdagangan eceran hasil industri (bahan) makanan, minuman dan hasil pengolahan tembakau.
- 
Seperti daging segar ataupun yang diawetkan, susu, buah-buahan, sayur-sayuran dan hasil perikanan yang diawetkan, macam-macam minyak makan hasil penggilingan biji-bjian keras (beras, kopi, jagung dan sejenisnya), macam-macam tepung gula, dan hasil pengolahan gula, teh, es batu, makanan dari kedelai, kerupuk, bumbu masak, macam-macam minuman (keras dan ringan) dan hasil pengolahan tembakau (rokok, tembakau shag dan bumbu rokok).
25 
20 
20 
109. 
62410 
Perdagangan eceran tekstil, pakaian jadi hasil pemintalan , pertenunan, perajutan, hasil pengolahan kulit, termasuk barang keperluan kaki.
- 
Seperti tekstil, pakain jadi, kain batik, macam-macam benang, tali-temali, karpet/ permadani dari bahan tekstil macam-macam hasil perajutan, kulit/ kulit imitasi, barang-barang dari kulit dan barang-barang keperluan kaki.
30 
25 
20 
110. 
62420 
Perdagangan eceran perabotan rumah tangga dan dapur. 
- 
Seperti furniture (baik dari kayu, rotan, plastik dan logam), alat-alat perlengkapan dapur, barang-barang pecah belah dan lain sejenisnya.
30 
25 
20 
111. 
62422 
Perdagangan eceran barang-barang elektronik, perlengkapan listrik, alat komunikasi, fotografi dan optik. 
- 
Yaitu barang-barang elektronik seperti radio, kaset/tape recorder, televisi, video, amplifier dan perlengkapan sound sytem, alat-alat perlengkapan listrik seperti dinamo, transformer, macam-macam kabel listrik, lampu pijar TL, sekring, alat-alat rumah tangga seperti setrika listrik, alat pengaduk, kipas angin, alat komunikasi dan optik seperti fotografi, optik pesawat telepon, telegraf/telex. Pemancar radio, telecall, intercome dan sejenisnya. Macam-macam lensa dan kamera, mikroskop, proyektor dan sejenisnya.
30 
25 
20 
112. 
62430 
Perdagangan eceran barang-barang industri kimia, bahan bakar minyak/gas dan minyak pelumas Pharmasi dan Kosmetika.
- 
Seperti barang-barang hasil industri kimia (gas asam, soda, causic, zat pewarna glycerin) alkohol dan sejenisnya macam-macam pupuk, bahan kimia pemberantas hama (pestisida, insektisida), macam-macam bahan bakar minyak (premium, minyak tanah, solar), bahan bakar gas (elpiji), minyak pelumas, macam-macam hasil industri pharmasi dan jamu, macam-macam sabun dan bahan pembersih lainnya. Macam-macam kosmetik parfum dan bahan-bahan perawatan kulit dan rambut lainnya.
30 
25 
20 
113. 
62440 
Perdagangan eceran bahan bangunan kecuali bahan bangunan berasal dari usaha penggalian. 
- 
Seperti semen, seng, cat, macam-macam besi, macam-macam kayu/kayu lapis, kaca dan barang-barang lainnya untuk perlengkapan bangunan.
30 
25 
20 
114. 
62445 
Perdagangan eceran barang-barang hasil penggalian. 
25 
20 
20 
115. 
62450 
Perdagangan eceran barang-barang hasil industri pengolahan 
- 
Meliputi usaha perdagangan eceran segala macam barang hasil-hasil industri pengolahan.
30 
25 
20 
116. 
62461 
Perdagangan eceran kertas, barang-barang dari kertas, alat tulis (kantor) dan barang cetakan. 
- 
Seperti kertas alat tulis, pembungkus karton, kemasan dari kertas berupa dus, kotak dan sejenisnya, macam-macam alat tulis sekolah/kantor, barang-barang cetakan (faktur/nota, kwitansi, kalender/agenda, majalah, macam-macam buku bacaan/pelajaran dan barang cetakan lainnya).
30 
25 
20 
117. 
62470 
Perdagangan eceran mesin-mesin, alat angkutan dan onderdil/perlengkapannya.
- 
Yaitu macam-macam mesin dan perlengkapannya baik untuk keperluan pertanian, industri, kantor,alat trasnportasi, mesin pembangkit tenaga, turbun, traktor, bulldozer dan mesin-mesin berat lainnya, macam-macam mesin kantor seperti mesin hitung,mesin tik, duplikator, photo copy, mesin pengolah data, mesin keperluan rumah tangga seperti mesin cuci, AC, mesin jahit, mesin pembangkit listrik,mesin pompa air dan sejenisnya, macam-macam alat transportasi darat, laut dan udara termasuk macam-macam onderdil dan perlengkapan kendaraan
30 
25 
20 
63000 
RUMAH MAKAN DAN MINUM 
118. 
63100 
Rumah makan dan minum 
- 
Seperti restoran/rumah makan, night club, catering, restorasi kereta api, cafetaria, kantin, warung nasi/kopi dan sejenisnya, tidak termasuk night club, restoran dan bar yang merupakan salah satu fasilitas hotel dan penginapan.
25 
20 
20 
64000 
HOTEL DAN PENGINAPAN 
119. 
64100 
Hotel dan penginapan 
- 
Seperti hotel, hostel, motel, losmen, dan sejenisnya termasuk fasilitas restoran, bar dan night clubnya.
25 
20 
20 
70000 
ANGKUTAN PENGGUDANGAN DAN KOMUNIKASI 
120. 
71100 
Angkutan kereta api 
- 
- 
- 
121. 
71200 
Angkutan jalan raya 
20 
15 
15 
122. 
71300 
Angkutan dengan saluran pipa 
- 
Seperti pengangkutan air, minyak dan gas melalui saluran air atas dasar balas jasa kontrak
- 
- 
- 
123. 
71400 
Jasa angkutan darat 
- 
Seperti jalan tol, parkir kendaraan, terminal, penyewaan mobil/truk tanpa pengemudi.  
25 
20 
20 
124. 
72100 
Angkutan samudera dan perairan pantai
- 
Seperti pelayaran samudera, pelayaran antar pulau dan peleyanan pantai. 
13.5 
13 
12.5 
125. 
72200 
Angkutan sungai, danau dan kanal 
- 
Seperti pengangkutan melalui sungai, kanal dan danau, termasuk ferry penyeberangan. 
13.5 
13 
12.5 
126. 
72300 
Jasa penunjang angkutan air 
- 
Seperti pemeliharaan dan pelayanan dermaga, dok kapal atau perahu, pandu kapal, peralatan navigasi dan usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. 
25 
20 
20 
127. 
73000 
Angkutan udara 
15 
12.5 
12 
128.
73200 
Jasa penunjang angkutan udara 
- 
Seperti pelayanan pelabuhan udara, pelayanan navigasi dan dengan fasilitasnya (trafic control) termasuk usaha penyewaan pesawat terbang tanpa operatornya dan usaha bongkar muat dari dan ke kapal terbang. 
25 
20 
20 
129. 
74100 
Pengepakan dan pengiriman 
- 
Seperti usaha pengiriman dan pengepakan, keagenan/biro perjalanan dan sejenisnya.  
30 
30 
25 
130. 
74200 
Penggudangan 
- 
Seperti cold storage, bonded warehousing dan fasilitas-fasilitas penggudangan lainnya.
30 
30 
25 
131. 
75000 
Komunikasi 
- 
Seperti pelayanan komunikasi melalui pos dan telepon, telegraph/telex atau hubungan radio. 
15 
13 
12 
80000 
KEUANGAN ASURANSI, USAHA PERSEWAAB BANGUNAN, TANAH DAN JASA PERUSAHAAN. 
132. 
81000 
Lembaga keuangan 
- 
- 
- 
133. 
81100 
Lembaga keuangan Bank 
- 
- 
- 
134. 
81120 
Lembaga kuangan non Bank 
- 
- 
- 
135. 
81200 
Usaha persewaan/jual-beli tanah, gedung dan tanah. 
- 
Meliputi usaha persewaan/jual-beli barang-barang tidak bergerak (bangunan dan tanah yang disiapkan untuk bangunan), real estate (yang tidak melakukan konstruksi) yangmenjual tanah, broker dan manager yang mengurus persewaan pembelian, penjualan dan penaksiran nilai tanah/bangunan atas balas jasa/kontrak.
20 
17.5 
17 
136. 
81410 
Asuransi
- 
- 
- 
137. 
82220 
Jasa persewaan mesin dan peralatan. 
- 
Meliputi usaha persewaan mesin dan peralatannya (tanpa operator) untuk keperluan pertanian, pertambangan dan ladang minyak industri pengolahan, konstruksi dan penjualan mesin-mesin kantor termasuk usaha leasing.
49 
49 
48 
138. 
82300 
Jasa pengolahan data dan tabulasi. 
- 
Meliputi usaha jasa tabulasi data yang bersifat umum baik secara elektronik maupun manual, seperti lembaga-lembaga pengolahan data dan sistem informasi, lembaga komputer dan lain sejenisnya.
55 
53 
51 
139. 
82900 
Jasa perusahaan, kecuali jasa persewaan mesin dan peralatannya. 
27.5 
25 
20 
140. 
82910 
Jasa hukum 
- 
Meliputi usaha jasa pengacara/ advoka seperti lembaga bantuan hukum Peradin, Pusbadhi dan lain sejenisnya.
51 
48.5 
48.5 
141. 
82910 
Notaris 
55 
50 
50 
142. 
82910 
Pembuatan akte tanah 
55 
50 
50 
143. 
82910 
Penasehat hukum (advokat) 
51 
48.5 
48.5 
144. 
82920 
Jasa akuntansi dan pembukuan. 
- 
Meliputi usaha jasa pengurusan Tata Buku dan pemeriksaan, pembukuan seperti kantor-kantor akuntan dan lembaga konsultan audit lainnya.
36 
35 
35 
145. 
82930 
Jasa Periklanan dan riset Pemasaran. 
- 
Meliputi usaha jasa periklanan dan reklame dengan berbagai macam media masa seperti pembuatan poster/gambar dan tulisan yang menyolok selebaran/riset pemasaran yang dilakukan atas dasar balas jasa
20 
17.5 
15 
146. 
82940 
Jasa Bangunan, Arsitek dan Teknik. 
- 
Meliputi usaha jasa konsultasi bangunan/arsitek, perancang bangunan, survai geologi dan penyelidik tambang dan sebagainya, seperti usaha biro/konsultasi bangunan dan lain-lain.
47 
46 
45 
147. 
82940 
Pekerjaan bebas bidang teknik 
25 
22.5 
20 
148. 
82950 
Pekerjaan bebas bidang konsultan. 
55 
53 
51 
149. 
82950 
Penasehat Ahli/Hukum lainnya. 
51 
48.5 
48.5 
150. 
82990 
Jasa perusahaan lainnya, kecuali jasa persewaan mesin dan peralatan.
- 
Meliputi usaha jasa perusahaan yang belum tercakup yang dilakukan atas dasar balas jasa atau kontrak seperti jasa perencanaan, pelayanan foto copy, stenografi, jasa konsultan management perusahaan, jasa pemberitaan/pers dan sebagainya.
32 
31 
29 
90000 
JASA KEMASYARAKATAN DAN SOSIAL 
151. 
92000 
Jasa pendidikan 
- 
Yaitu pendidikan formal mulai dari pra sekolah (TK), SD, SLTP, SLTA dan Akademi/Perguruan Tinggi . 
30 
27.5 
25 
152. 
93210 
Jasa Kesehatan 
30 
27.5 
25 
153. 
93213 
Dokter 
45 
42.5 
40 
154. 
93214 
Pekerjaan bebas bidang medis 
29 
28 
27 
155. 
93215 
Pekerjan bebas bidang farmasi dan kimia 
25 
22.5 
20 
156. 
93220 
Dokter hewan 
25 
22.5 
20 
157. 
93230 
Jasa kebersihan dan sejenisnya
- 
Seperti usaha jasa kebersihan/cleaning service, pembuangan/pemusnahan sampah, pemusnahan sampah, pemusnahan rayap/kuman dan lain-lain. 
40 
37 
35 
158. 
94000 
Jasa sosial dan kemasyarakatan 
30 
30 
29 
159. 
96000 
Jasa hiburan dan kebudayaan
35 
32.5 
31.5 
160. 
96214 
Pekerjaan bebas bidang seni 
35 
32.5 
30 
161. 
97000 
Jasa perorangan dan rumah tangga 
32 
31 
29 
162. 
97110 
Reparasi kendaraan bermotor 
20 
18.5 
17.5 
163. 
97120 
Reparasi kendaraatn tidak bermotor 
20 
18.5 
17.5 
164. 
97130 
Reparasi macam-macam jam dan barang perhiasan.
20 
18.5 
17.5 
165. 
97130 
Reparasi barang keperluan kaki dan barang dari kulit. 
20 
18.5 
17.5 
166. 
97140 
Reparasi alat dan pesawat elektronik/listrik 
20 
18.5 
17.5 
167. 
97140 
Reparasi mesin-mesin kantor 
20 
18.5 
17.5 
168.
97190 
Reparasi macam-macam atau fotografi. 
20 
18.5 
17.5 
169. 
97190 
Reparasi lainnya yang belum tercakup 
- 
a.l reparasi alat-alat musik, alat-alat olahraga dan mainan anak-anak 
20 
18.5 
17.5 
170. 
97200 
Jasa binatu pencelupan dn pembersihan barang-barang tekstil/pakaian jadi
40 
38 
36 
171. 
97400 
Pemangkas rambut dan salon kecantikan. 
- 
Yaitu jasa pemeliharaan rambut dan kecantikan termasuk kursus menata rambut/rias dan kecantikan. 
30 
28 
27 
172. 
97910 
Foto studio termasuk fotografi komersil.
- 
Yaitu foto studio dan fotografi yang melayani agen-agen periklanan,penerbit dan lain-lain. 
38 
37 
35 
173. 
97920 
Jasa Penjahit 
34 
31 
28 
174. 
97990 
Jasa perseorangan lainnya yang belum tercakup. 
35 
35 
35 
175. 
98000 
Jasa pemerintahan 
- 
- 
- 
00000 
KEGIATAN YANG TIDAK JELAS BATASANNYA DAN KEGIATAN LAIN YANG BELUM TERLIPUT. 
176. 
00000 
Badan non subyek 
- 
- 
- 
177. 
00000 
Karyawan/pegawai 
- 
- 
- 
178. 
00000 
Karyawan/pegawai Badan Usaha Milik Negara 
- 
- 
- 
179. 
00000 
Karyawan/ pegawai swasta 
-
- 
- 
180. 
00000 
Pekerjaan bebas bidang profesi lainnya. 
50 
47.5 
45 
181. 
00000 
Pemborong bukan bangunan/ konstruksi, termasuk levereansir dan lain-lain. 
20 
19 
18 
182. 
00000 
Pedagangan perantara/ komisioner. 
40 
35 
35 
183. 
00000 
Kegiatan lain yang tidak jeals batasannya dankegiatan yang belum terliput dalam salah satu golongan tersebut diatas.
40 
35 
35 

 

 

 



 

 

  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar